
Kata Pengantar
Kalau kamu sudah pernah ikut olimpiade matematika, kamu pastinya tahu bahwa menemukan jawaban sering kali bukan soal melakukan perhitungan sebanyak mungkin. Tantangan sebenarnya adalah :
Salah satu teknik yang sangat kuat untuk tujuan tersebut adalah Invariance Principle (Prinsip Invarian).
Ide utamanya cukup sederhana:
Pertanyaan seperti berikut sering menjadi awal dari solusi:
Pertanyaan sederhana tersebut akan membawa kita pada kesimpulan yang sulit diperoleh hanya dengan mencoba berbagai kemungkinan secara langsung.
Invariance Principle sangat berguna pada masalah yang melibatkan :
Sebagai contoh:
Salah satu prinsip praktis yang penting untuk diingat adalah:
Jika sebuah proses berulang, perhatikan apa yang tidak berubah.
Namun, mengetahui definisinya saja belum cukup. Invariance Principle termasuk strategi heuristik, sehingga tidak selalu tersedia langkah yang sama untuk setiap soal.
Sangat perlu membangun intuisi melalui latihan:
Di sini, kamu bisa mempelajari cara menemukan invarian melalui permasalahan Olimpiade Matematika yang sudah disusun oleh Tim Equalyra. Secara bertahap kamu akan mengenal apa dan bagaimana cara kerja strategi ini. Harapannya adalah, semoga kamu mampu melihat bagaimana sebuah invarian dapat digunakan bukan hanya untuk menemukan solusi, tetapi juga untuk membuktikan bahwa suatu keadaan mustahil dicapai.
Sebelum masuk ke soal-saolnya, hal terakhir yang perlu kamu ingat adalah setiap kali menghadapi soal dengan proses yang dilakukan berulang-ulang, jangan hanya bertanya:
Cobalah bertanya:
Sering kali, jawaban dari pertanyaan kedua itulah yang menjadi kunci penyelesaian.
Saran Cara Belajar

Question 1
Kita mulai dengan dua bilangan \[ (2, 12). \] Pada setiap langkah, bilangan pertama dikalikan 2 dan bilangan kedua dibagi 2.
Sehingga prosesnya menjadi: \[ (2,12) \rightarrow (4,6) \rightarrow (8,3) \rightarrow (16,\frac{3}{2}) \rightarrow \cdots \] Manakah pernyataan yang selalu benar selama proses tersebut?
Pilihan Jawaban
- A. Jumlah kedua bilangan selalu tetap.
- B. Selisih kedua bilangan selalu tetap.
- C. Hasil kali kedua bilangan selalu tetap.
- D. Kedua bilangan selalu merupakan bilangan bulat.
解 Lihat Solusi
Pada awalnya, \[ 2\times12=24. \] Setelah satu langkah, \[ 4\times6=24. \] Setelah dua langkah, \[ 8\times3=24. \] Jadi, meskipun kedua bilangan berubah, hasil kalinya tetap sama.
Perhatikan: \[ 2\times12=4\times6=8\times3=24. \] Dengan demikian, hasil kali kedua bilangan selalu 24. Inilah contoh sederhana dari sebuah invarian: sesuatu yang tetap tidak berubah meskipun proses terus dilakukan.
Pada setiap langkah, bilangan pertama dikalikan 2, sedangkan bilangan kedua dibagi 2. Perubahan tersebut saling mengimbangi: \[ (2x)\left(\frac{y}{2}\right)=xy. \] Jadi, hasil kali x dan y tidak berubah.
Inilah ide dasar Invariance Principle:
Jika sebuah proses terus berubah, carilah sesuatu yang tetap tidak berubah.
Invarian pada soal ini adalah \[ \boxed{xy=24}. \]
Question 2
Angka, Angka
setelah dibalik menjadi:
Gambar, Gambar.
Kamu boleh melakukan langkah tersebut sebanyak yang kamu inginkan.
Apakah mungkin membuat tepat 1 koin menunjukkan sisi Gambar?
Pilihan Jawaban
- A. Ya, karena kita dapat membalik koin berkali-kali.
- B. Ya, jika memilih koin yang tepat.
- C. Tidak mungkin.
- D. Tidak dapat ditentukan.
解 Lihat Solusi
Awalnya tidak ada koin yang menunjukkan sisi Gambar. Jadi, jumlah koin Gambar adalah \[ 0. \]
Dalam setiap langkah, kita selalu membalik tepat 2 koin. Ada tiga kemungkinan:
Jika kedua koin adalah Angka, maka jumlah Gambar bertambah 2.
Jika kedua koin adalah Gambar, maka jumlah Gambar berkurang 2.
Jika satu koin Angka dan satu koin Gambar, maka jumlah Gambar tetap.
Jadi, jumlah koin Gambar selalu berubah sebesar 0, +2, atau −2.
Perhatikan bahwa jumlah koin Gambar selalu merupakan bilangan genap. Awalnya: \[ 0 \] Kemudian jumlahnya dapat menjadi: \[ 2,\ 4,\ 6,\ 8,\ 10 \] atau kembali turun, tetapi tidak pernah menjadi bilangan ganjil. Dengan kata lain, paritas jumlah koin Gambar tidak berubah.
Kita ingin mendapatkan tepat 1 koin Gambar. Namun, 1 adalah bilangan ganjil, sedangkan jumlah koin Gambar selalu genap. Jadi, keadaan tersebut tidak mungkin dicapai.
Kunci penyelesaiannya adalah menemukan invarian: \[ \boxed{\text{Jumlah koin Gambar selalu genap.}} \] Meskipun keadaan koin berubah-ubah, sifat "jumlah koin Gambar adalah genap" tidak pernah berubah.
Inilah ide penting dari Invariance Principle:
Jika sebuah proses terus berubah, carilah sesuatu yang tetap tidak berubah.
Question 3
Apakah mungkin mendapatkan pasangan bilangan \[ (10,20)? \]
Pilihan Jawaban
- A. Ya, karena kedua bilangan dapat terus ditambah.
- B. Ya, jika urutan langkahnya dipilih dengan tepat.
- C. Tidak mungkin.
- D. Hanya mungkin dalam 5 langkah.
解 Lihat Solusi
Kita mulai dari \[ (3,7). \] Jika kita menambahkan 2 pada bilangan pertama: \[ (3,7)\rightarrow(5,7). \] Jika kita menambahkan 2 lagi: \[ (5,7)\rightarrow(7,7). \] Jadi, bilangan pertama selalu berubah dengan penambahan 2. Hal yang sama berlaku untuk bilangan kedua.
Bilangan pertama dimulai dari 3 dan selalu bertambah 2. Maka bilangan pertama selalu merupakan bilangan ganjil: \[ 3,\ 5,\ 7,\ 9,\ 11,\ldots \] Bilangan kedua dimulai dari 7 dan juga selalu bertambah 2. Maka bilangan kedua juga selalu merupakan bilangan ganjil. Jadi, sifat berikut selalu tetap: \[ \boxed{\text{Kedua bilangan selalu ganjil.}} \] Inilah invarian dari proses tersebut.
Kita ingin mendapatkan \[ (10,20). \] Namun, 10 dan 20 adalah bilangan genap. Sedangkan kita telah membuktikan bahwa kedua bilangan selalu ganjil. Jadi, pasangan \[ (10,20) \] tidak mungkin diperoleh.
Invarian pada soal ini adalah paritas. Kedua bilangan selalu ganjil karena setiap langkah hanya menambahkan 2.
\[ \boxed{\text{Ganjil + 2 = Ganjil}} \] Jadi, keadaan akhir $(10,20)$ tidak dapat dicapai.
Question 4
Proses tersebut boleh dilakukan berulang kali. Apakah mungkin mendapatkan tiga bilangan yang semuanya genap?
Pilihan Jawaban
- A. Ya, karena bilangan dapat terus bertambah.
- B. Ya, jika memilih pasangan bilangan yang tepat.
- C. Tidak mungkin.
- D. Hanya mungkin setelah 3 langkah.
解 Lihat Solusi
Pada awalnya, \[ 1+2+3=6. \] Jadi, jumlah ketiga bilangan adalah bilangan genap.
Dalam setiap langkah, kita memilih tepat 2 bilangan dan menambahkan 1 pada masing-masing bilangan. Jadi, jumlah ketiga bilangan selalu bertambah \[ 1+1=2. \] Dengan demikian, jika jumlah sebelum suatu langkah adalah S, maka setelah satu langkah menjadi \[ S+2. \] Artinya, paritas jumlah ketiga bilangan tidak pernah berubah.
Jumlah awal adalah \[ 6, \] yang merupakan bilangan genap. Setiap langkah hanya menambahkan 2, sehingga jumlahnya selalu genap. Jadi, \[ \boxed{\text{Jumlah ketiga bilangan selalu genap.}} \] Inilah invariant yang kita gunakan.
Jika ketiga bilangan semuanya genap, maka jumlah ketiganya juga pasti genap. Jadi, dari sisi jumlah, keadaan tersebut tidak bertentangan dengan invariant. Namun, kita masih harus memeriksa apakah keadaan tersebut benar-benar dapat dicapai.
Perhatikan paritas ketiga bilangan. Awalnya: \[ (1,2,3) \] memiliki pola paritas: \[ (\text{ganjil},\text{genap},\text{ganjil}). \] Setiap langkah memilih dua bilangan dan mengubah paritas keduanya. Jadi, jumlah bilangan ganjil selalu berubah sebesar 2, 0, atau -2. Akibatnya, paritas jumlah bilangan ganjil tetap sama.
Pada awalnya terdapat tepat 2 bilangan ganjil. Jadi, jumlah bilangan ganjil adalah genap. Dalam setiap langkah, paritas jumlah bilangan ganjil tidak berubah. Jika ketiga bilangan menjadi genap, jumlah bilangan ganjil menjadi \[ 0. \] Angka 0 juga genap, sehingga keadaan tersebut tidak dilarang oleh invariant. Bahkan, keadaan tersebut memang dapat dicapai. Contohnya: \[ (1,2,3) \rightarrow (2,3,3) \rightarrow (2,4,4) \rightarrow (4,5,4) \rightarrow (4,6,6). \] Pada akhirnya diperoleh \[ (4,6,6), \] yang semuanya genap.
Salah satu keadaan yang berhasil dicapai adalah \[ \boxed{(4,6,6)}. \] Soal ini menunjukkan hal penting dalam penggunaan Invariance Principle: menemukan invariant tidak selalu langsung membuktikan bahwa suatu keadaan mustahil. Kadang-kadang invariant membantu kita mempersempit kemungkinan, lalu kita perlu mencari konstruksi untuk menunjukkan bahwa keadaan tersebut benar-benar dapat dicapai.
Question 5
\[ x_0=a,\qquad y_0=b, \] \[ x_{n+1}=\frac{x_n+y_n}{2}, \qquad y_{n+1}=\frac{2x_ny_n}{x_n+y_n}. \]
Untuk n = 0, 1, 2, ..., tentukan nilai \[ \lim_{n\to\infty}x_n \] jika limit tersebut ada.Pilihan Jawaban
- A. a + b
- B. (a + b) / 2
- C. √(ab)
- D. ab
解 Lihat Solusi
Dari definisi barisan, \[ x_{n+1}y_{n+1} = \frac{x_n+y_n}{2} \cdot \frac{2x_ny_n}{x_n+y_n}. \] Sederhanakan: \[ x_{n+1}y_{n+1}=x_ny_n. \]
Karena hasil kali kedua suku tidak berubah pada setiap langkah, kita memperoleh \[ x_{n+1}y_{n+1}=x_ny_n. \] Pada kondisi awal, \[ x_0y_0=ab. \] Dengan demikian, \[ \boxed{x_ny_n=ab} \] untuk setiap n. Inilah invarian dari proses tersebut.
Karena y0 < x0, kita akan menunjukkan bahwa hubungan tersebut tetap berlaku untuk setiap langkah. Jika yn < xn, maka \[ x_{n+1}=\frac{x_n+y_n}{2} \] merupakan rata-rata aritmetika dari kedua bilangan tersebut. Sementara itu, \[ y_{n+1}=\frac{2x_ny_n}{x_n+y_n} \] merupakan rata-rata harmonik dari kedua bilangan tersebut. Untuk dua bilangan positif yang berbeda, rata-rata harmonik lebih kecil daripada rata-rata aritmetika. Oleh karena itu, \[ y_{n+1} < x_{n+1}. \] Jadi, \[ y_n < x_n \] tetap berlaku untuk setiap n.
Selisih kedua suku dapat dihitung sebagai berikut: \[ x_{n+1}-y_{n+1} = \frac{x_n+y_n}{2} - \frac{2x_ny_n}{x_n+y_n}. \] Dengan menyamakan penyebut, \[ x_{n+1}-y_{n+1} = \frac{(x_n-y_n)^2}{2(x_n+y_n)}. \] Karena \[ 0 < x_n-y_n < x_n+y_n, \] maka \[ 0 < \frac{x_n-y_n}{x_n+y_n} < 1. \] Akibatnya, \[ 0 < x_{n+1}-y_{n+1} < \frac{x_n-y_n}{2}. \] Artinya, selisih antara kedua barisan semakin kecil pada setiap langkah. Secara khusus, \[ 0 < x_n-y_n < \frac{x_0-y_0}{2^n}. \] Karena \[ \frac{x_0-y_0}{2^n}\to0, \] maka \[ x_n-y_n\to0. \] Selanjutnya, dari \[ x_{n+1}=\frac{x_n+y_n}{2} \] dan \[ y_n < x_n, \] diperoleh \[ y_n < x_{n+1} < x_n. \] Jadi, xn merupakan barisan menurun dan dibatasi dari bawah, sedangkan yn merupakan barisan menaik dan dibatasi dari atas. Keduanya memiliki limit. Karena selisih kedua barisan menuju 0, kedua limit tersebut harus sama. Misalkan limit tersebut adalah L. Maka, \[ \lim_{n\to\infty}x_n = \lim_{n\to\infty}y_n = L. \]
Dari Step 2, kita telah memperoleh invarian \[ x_ny_n=ab. \] Ambil limit pada kedua sisi: \[ \lim_{n\to\infty}(x_ny_n)=ab. \] Karena kedua barisan memiliki limit yang sama, diperoleh \[ L\cdot L=ab. \] Jadi, \[ L^2=ab. \] Karena semua suku bernilai positif, maka L juga positif. Oleh karena itu, \[ L=\sqrt{ab}. \]
Invarian utama dalam masalah ini adalah \[ \boxed{x_ny_n=ab}. \] Invarian tersebut menunjukkan bahwa hasil kali kedua suku selalu tetap. Setelah ditunjukkan bahwa kedua barisan semakin mendekati satu sama lain, keduanya memiliki limit yang sama. Dengan demikian, \[ \boxed{\displaystyle\lim_{n\to\infty}x_n=\sqrt{ab}}. \]
Jawaban: C. √(ab)