
Mengapa Harus Menguasai Divisibility?
Dalam Olimpiade Matematika, baik pada tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, OSN, kompetisi regional, hingga IMO, Teori Bilangan (Number Theory) merupakan salah satu bidang penting yang sering diuji.
Salah satu konsep fundamental dalam Teori Bilangan adalah Divisibility (Keterbagian).
Memahami divisibility bukan hanya tentang mengetahui apakah suatu bilangan dapat dibagi habis oleh bilangan lain. Konsep ini menjadi dasar untuk memahami sifat-sifat bilangan, menemukan pola, membangun argumen logis, serta menyusun pembuktian matematis.
Karena itu, sebelum mempelajari topik yang lebih lanjut seperti Aritmetika Modular (Modular Arithmetic), Persamaan Diophantine (Diophantine Equations), dan berbagai teknik dalam Teori Bilangan, pastikan kamu sudah memiliki pemahaman yang kuat mengenai Divisibility.
Part C : Prime and The Fundamental Theorem of Arithmetic
Pada bagian ini, kamu akan mengerjakan 15 soal yang disusun secara progresif, mulai dari soal yang paling sederhana hingga yang lebih kompleks.
Yang perlu kamu pahami dari kelimabelas soal ini adalah bahwa semuanya berhubungan dengan:
Prime & The Fundamental Theorem of Arithmetic: tentang aturan yang menyatakan bahwa bilangan prima adalah "the building blocks" dari semua bilangan bulat positif yang lebih besar dari 1. Dengan kata lain, setiap bilangan asli yang lebih besar dari 1 dapat dinyatakan sebagai produk dari bilangan prima secara unik, terlepas dari urutan faktor-faktor primanya.
Rangkaian soal ini dirancang untuk membantu kamu membangun intuisi, ketelitian, dan kemampuan berpikir matematis secara bertahap tentang topik ini.
Saran Cara Belajar
Kerjakan setiap soal secara mandiri terlebih dahulu sebelum membuka solusi. Cobalah mengalokasikan sekitar 10–15 menit untuk setiap soal. Jika kamu menemukan kesulitan, gunakan tombol Lihat Solusi untuk mempelajari proses berpikir dan strategi yang digunakan. Jangan hanya melihat jawaban akhirnya. Perhatikan mengapa setiap langkah dilakukan, karena kemampuan memahami pola penyelesaian jauh lebih penting daripada sekadar mendapatkan jawaban yang benar. Setelah menyelesaikan seluruh 15 soal, coba kembali ke soal-soal yang sebelumnya terasa sulit. Kemampuan matematika berkembang ketika kamu mampu melihat kembali suatu masalah dan memahami mengapa pendekatan tertentu berhasil. Selamat belajar dan selamat membangun fondasi Teori Bilangan yang kuat.

Question 1
Pilihan Jawaban
- A. Yes, because it is only divisible by 1
- B. Yes, because it is a positive integer
- C. No, because a prime must be greater than 1
- D. No, because 1 has too many divisors
- E. Yes, according to the Prime Number Theorem
✅ Lihat Solusi
Bilangan prima adalah bilangan bulat positif yang lebih besar dari 1 dan hanya memiliki dua pembagi positif, yaitu 1 dan dirinya sendiri.
• 1 tidak lebih besar dari 1.
• 1 hanya memiliki satu pembagi positif (yaitu 1 itu sendiri), bukan dua.
Jika 1 dianggap prima, banyak teorema penting dalam teori bilangan (seperti Teorema Fundamental Aritmetika) akan menjadi rusak.
Teks menyebutkan bahwa bilangan prima adalah “atoms of all numbers”. 1 bukan atom, melainkan unit.
Question 2
You can reduce any composite number into a product of primes.
Pilihan Jawaban
- A. True
- B. False
解 Lihat Solusi
Contoh:
12 = 2 × 2 × 3
45 = 3 × 3 × 5
100 = 2 × 2 × 5 × 5
Jawaban: A. True
Question 3
Fundamental Theorem of Arithmetic: Any natural number greater than 1 has a unique prime factorization up to order.
Pilihan Jawaban
- A. Every natural number greater than 1 can only be factored into primes in one single way, and the order of the factors must also be the same.
- B. Every natural number greater than 1 can be written as a product of primes, and this factorization is unique except for the order of the factors.
- C. Every natural number greater than 1 is always a prime number.
- D. Every natural number greater than 1 can be factored into primes in many completely different ways, including different prime factors.
解 Lihat Solusi
Contoh:
60 = 2 × 2 × 3 × 5
60 = 2 × 3 × 2 × 5
60 = 5 × 3 × 2 × 2
Ketiga cara di atas menghasilkan faktor prima yang sama: dua buah 2, satu buah 3, dan satu buah 5. Hanya urutannya yang berbeda.
1. Ada setidaknya satu cara (existence) untuk menguraikan bilangan tersebut menjadi hasil kali bilangan prima.
2. Ada paling banyak satu cara (uniqueness) — tidak ada cara lain yang berbeda (kecuali urutan).
Pilihan B paling tepat menggambarkan arti pernyataan tersebut.
Question 4
Under this view:
In general, if \[ n = p_1^{\alpha_1} p_2^{\alpha_2} \cdots p_k^{\alpha_k}, \] then \[ n \equiv \{\underbrace{p_1,\dots,p_1}_{\alpha_1\text{ times}},\; \underbrace{p_2,\dots,p_2}_{\alpha_2\text{ times}},\; \dots,\; \underbrace{p_k,\dots,p_k}_{\alpha_k\text{ times}}\}. \] For a negative number we simply add −1 to the multiset; for example, −20 ≡ {−1, 2, 2, 5}.
Which statement best summarizes this representation?
Pilihan Jawaban
- A. Every number is represented as a multiset of its prime factors (with repetition allowed according to the exponents). The number 1 is the empty set, and negative numbers include −1.
- B. Numbers are represented only as ordinary sets without repetition, so powers like 4 = 2² cannot be written.
- C. Only prime numbers can be written as sets; composite numbers cannot be represented this way.
- D. The number 1 is written as {1}, and every number must include the factor 1 in its set.
解 Lihat Solusi
- Bilangan 1 = himpunan kosong { }
- Bilangan 6 = 2 × 3 ≡ {2, 3}
- Bilangan 70 = 2 × 5 × 7 ≡ {2, 5, 7}
- Bilangan 4 = 2² ≡ {2, 2} (pengulangan diperbolehkan karena multiset)
Pilihan A paling lengkap dan sesuai dengan penjelasan di atas.
Question 5
What is the main advantage of viewing numbers as multisets of their prime factors and using the above theorem?
Pilihan Jawaban
- A. It allows us to use Venn diagrams and geometric/pictorial thinking, which makes many properties of GCD and LCM much simpler and more intuitive.
- B. It eliminates the need to use prime factorization at all.
- C. It only works for prime numbers and cannot be applied to composite numbers.
- D. It forces us to abandon the concepts of GCD and LCM completely.
解 Lihat Solusi
Pilihan A paling tepat menggambarkan keuntungan yang dijelaskan.
Question 6
For example, if \( m = 2^2 \times 5^3 \times 7 \) and \( n = 2^3 \times 3^2 \times 7^2 \), then \[ \gcd(m,n) = 2^2 \times 7. \]
It is also known that:
Problem: Let \( a, b, c \) be positive integers such that \[ \gcd(a,b) = 12, \quad \gcd(b,c) = 18, \quad \gcd(c,a) = 24. \] Find \( \gcd(a,b,c) \).
Pilihan Jawaban
- A. 6
- B. 12
- C. 18
- D. 24
解 Lihat Solusi
Question 7
If \( c \mid a \) and \( c \mid b \), then \( c \mid \gcd(a,b) \). This follows from the multiset view:
\( C \subset A \) and \( C \subset B \) implies \( C \subset A \cap B \).
Problem: Let \( a \) and \( b \) be positive integers such that \[ \gcd(a,b) = 12 \quad \text{and} \quad \operatorname{lcm}(a,b) = 180. \] How many ordered pairs \( (a,b) \) satisfy these conditions?
Pilihan Jawaban
- A. 4
- B. 6
- C. 8
- D. 9
解 Lihat Solusi
Question 8
If \[ a = p_1^{\alpha_1} p_2^{\alpha_2} \cdots p_k^{\alpha_k}, \quad b = p_1^{\beta_1} p_2^{\beta_2} \cdots p_k^{\beta_k}, \] then \[ \gcd(a,b) = p_1^{\min(\alpha_1,\beta_1)} p_2^{\min(\alpha_2,\beta_2)} \cdots p_k^{\min(\alpha_k,\beta_k)}. \]
Problem:
Find \[ \gcd(2^5 \cdot 3^4 \cdot 5^2 \cdot 7,\ 2^3 \cdot 3^7 \cdot 5 \cdot 11^2). \]
Pilihan Jawaban
- A. \(2^3 \cdot 3^4 \cdot 5\)
- B. \(2^3 \cdot 3^4 \cdot 5^2\)
- C. \(2^5 \cdot 3^4 \cdot 5\)
- D. \(2^3 \cdot 3^7 \cdot 5\)
解 Lihat Solusi
Question 9
Problem:
Find \(\operatorname{lcm}(2^5\cdot 3^4\cdot 5^2\cdot 7,\ 2^3\cdot 3^7\cdot 5\cdot 11^2)\).
Pilihan Jawaban
- A. \(2^5\cdot 3^7\cdot 5^2\cdot 7\cdot 11^2\)
- B. \(2^5\cdot 3^7\cdot 5\cdot 7\cdot 11^2\)
- C. \(2^3\cdot 3^4\cdot 5^2\cdot 7\cdot 11^2\)
- D. \(2^5\cdot 3^7\cdot 5^2\cdot 11^2\)
解 Lihat Solusi
Question 10
Lemma (Product of GCD and LCM): \[ \gcd(a,b) \cdot \operatorname{lcm}(a,b) = ab. \]
Problem: Given that \( \gcd(a,b) = 15 \) and \( ab = 1800 \), find \( \operatorname{lcm}(a,b) \).
Pilihan Jawaban
- A. 120
- B. 150
- C. 180
- D. 200
解 Lihat Solusi
Baca juga dalam seri Divisibility Olimpiade Matematika: